Penulis:
Cinthia Ulva Iisma, SST, MKM
(Dosen Poltekkes Kementerian Kesehatan Manado Jurusan Gizi)
Upaya meningkatkan status gizi ibu hamil terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan praktis dikonsumsi. Salah satunya melalui pemberian smoothies berbahan dasar pisang Ambon dan kurma sebagai alternatif makanan tambahan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil yang berisiko mengalami anemia.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Efektivitas Pemberian Smoothies Buah Pisang Ambon dan Kurma terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil yang Berisiko Anemia” yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan ini berawal dari rencana pelaksanaan di Desa Tumbohon. Namun, berdasarkan hasil identifikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, jumlah ibu hamil yang memenuhi kriteria sasaran di wilayah tersebut hanya dua orang. Jumlah tersebut belum mencukupi target peserta yang telah direncanakan.
Untuk memastikan kegiatan tetap berjalan optimal, tim pelaksana kemudian melakukan koordinasi dengan wilayah sekitar. Desa Talawaan dipilih sebagai lokasi tambahan karena memiliki ibu hamil yang sesuai dengan kriteria kegiatan.
Hasil koordinasi tersebut membuahkan partisipasi 10 ibu hamil dari Desa Talawaan yang bersedia mengikuti kegiatan. Dengan demikian, sasaran kegiatan diperluas dari Desa Tumbohon ke desa terdekat agar pelaksanaan intervensi dan edukasi gizi dapat menjangkau lebih banyak ibu hamil.
Inovasi Pangan Sederhana untuk Mendukung Pencegahan Anemia
Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu persoalan gizi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan, serta berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin.
Pencegahan anemia tidak cukup hanya mengandalkan suplementasi zat besi, tetapi juga perlu didukung dengan pemenuhan kebutuhan zat gizi melalui konsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang.

Pisang Ambon dan kurma dipilih sebagai bahan utama smoothies karena merupakan bahan pangan yang relatif mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi minuman praktis bagi ibu hamil.
Melalui kegiatan ini, ibu hamil mendapatkan intervensi berupa pemberian smoothies berbahan pisang Ambon dan kurma yang disertai edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, khususnya bagi mereka yang berisiko mengalami anemia.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pilihan makanan tambahan yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.
Kolaborasi dan Edukasi untuk Kesehatan Ibu dan Janin
Pelaksanaan kegiatan di dua desa ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara tim pengabdian masyarakat dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi sasaran serta menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi di lapangan.
Perluasan sasaran dari Desa Tumbohon ke Desa Talawaan menjadi langkah strategis agar kegiatan tetap terlaksana sesuai tujuan, sekaligus memberikan manfaat kepada lebih banyak ibu hamil di wilayah Kecamatan Kalawat.
Pemberian smoothies pisang Ambon dan kurma merupakan salah satu alternatif dukungan pangan bergizi. Namun, upaya pencegahan anemia tetap perlu dilakukan secara menyeluruh melalui konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, penerapan pola makan bergizi seimbang, serta pemeriksaan dan pemantauan kehamilan secara berkala.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, pemanfaatan pangan yang mudah dijangkau diharapkan dapat menjadi bagian dari edukasi gizi yang aplikatif bagi ibu hamil dan keluarga, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan janin di Kabupaten Minahasa Utara.