Site icon One Media Global

Cegah Stunting Dimulai dari Ibu, Promosi Kesehatan Hadirkan Ball Chair dan Aromaterapi Lemon Suanggi di Kalasey 1

Cegah Stunting Dimulai dari Ibu, Promosi Kesehatan Hadirkan Ball Chair dan Aromaterapi Lemon Suanggi di Kalasey 1

Penulis
Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes

Upaya pencegahan stunting perlu dibangun sejak awal kehidupan, bahkan sebelum seorang anak mengalami masalah pertumbuhan. Karena itu, kesehatan ibu menjadi salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.

Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui promosi kesehatan bagi ibu nifas yang dilaksanakan di Desa Kalasey 1, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan ball chair dan aromaterapi Lemon Suanggi sebagai pendekatan pendukung untuk meningkatkan kenyamanan ibu selama masa nifas, sekaligus memberikan edukasi mengenai gizi, ASI, perawatan bayi, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Kegiatan dipimpin Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes. selaku ketua tim. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melibatkan pengalaman praktik sehingga ibu dapat memahami cara penggunaan, manfaat pendukung, serta aspek keamanan yang perlu diperhatikan sesuai kondisi masing-masing.

Masa Nifas Menjadi Perhatian dalam Pencegahan Stunting

Masa nifas merupakan periode penting bagi seorang ibu setelah melewati proses kehamilan dan persalinan. Pada fase ini, ibu menghadapi berbagai perubahan fisik dan emosional, mulai dari kelelahan, perubahan pola tidur, ketidaknyamanan tubuh hingga tuntutan merawat bayi.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Ibu perlu mendapatkan ruang untuk memulihkan kondisi tubuh sekaligus memperoleh pengetahuan yang memadai agar mampu menjalankan peran dalam merawat bayi.

Melalui kegiatan PkM ini, ibu diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan diri bukan berarti mengabaikan kebutuhan bayi. Justru, kondisi ibu yang sehat menjadi salah satu modal penting agar proses menyusui, pemulihan dan pengasuhan dapat berlangsung secara optimal.

Pendekatan tersebut sekaligus memperluas pemahaman mengenai pencegahan stunting. Pencegahan tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak setelah lahir, tetapi merupakan rangkaian upaya yang dimulai sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, persalinan, masa nifas hingga periode pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ball Chair Diperkenalkan sebagai Aktivitas Pendukung

Salah satu bagian kegiatan adalah pengenalan ball chair sebagai media untuk membantu ibu melakukan aktivitas atau latihan ringan selama masa nifas.

Aktivitas dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan dan kenyamanan ibu. Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda setelah persalinan sehingga aktivitas tidak dilakukan secara seragam, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan ini, ball chair ditempatkan sebagai aktivitas pendukung, bukan pengganti pemeriksaan ataupun anjuran medis. Ibu juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali respons tubuh selama melakukan aktivitas.

Aspek keamanan menjadi perhatian utama. Ibu diarahkan untuk tidak memaksakan diri dan menghentikan aktivitas apabila mengalami nyeri, pusing, perdarahan yang tidak normal atau keluhan lainnya.

Aromaterapi Lemon Suanggi untuk Mendukung Relaksasi

Selain ball chair, kegiatan PkM juga memperkenalkan aromaterapi Lemon Suanggi sebagai metode pendukung untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan rileks bagi ibu nifas.

Aroma yang menyenangkan dapat menjadi bagian dari pengalaman relaksasi ketika ibu membutuhkan suasana yang tenang setelah menjalani proses persalinan dan menghadapi berbagai aktivitas dalam merawat bayi.

Namun, penggunaan aromaterapi tetap diberikan dengan edukasi mengenai keamanan dan kenyamanan. Ibu diarahkan untuk memperhatikan respons tubuh terhadap aroma tertentu serta tidak menggunakannya secara berlebihan. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar lingkungan tetap nyaman bagi ibu dan bayi.

Apabila muncul ketidaknyamanan atau reaksi yang tidak diinginkan, penggunaan harus dihentikan dan ibu dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, aromaterapi ditempatkan sebagai metode pelengkap dalam promosi kesehatan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan, terapi maupun pengobatan medis.

Edukasi Gizi dan ASI Jadi Bagian Penting

Kegiatan PkM tidak berhenti pada pengenalan ball chair dan aromaterapi. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama masa nifas.

Ibu didorong untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang, dengan memperhatikan kecukupan protein, vitamin, mineral serta cairan. Pemenuhan kebutuhan gizi menjadi penting untuk membantu proses pemulihan setelah persalinan dan mendukung kebutuhan ibu, terutama bagi ibu yang sedang menyusui.

Pesan mengenai ASI juga menjadi bagian penting dalam edukasi pencegahan stunting. Ibu diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian ASI dan dukungan keluarga agar proses menyusui dapat berlangsung lebih optimal.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah tangga, menyediakan makanan bergizi, memberikan kesempatan kepada ibu untuk beristirahat dan menciptakan lingkungan yang mendukung.

Dengan demikian, pencegahan stunting tidak ditempatkan sebagai tanggung jawab ibu seorang diri. Keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Tidak Boleh Terlewat

Selain memperhatikan kesehatan ibu, kegiatan juga menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi secara berkala.

Ibu dan keluarga diarahkan untuk memanfaatkan posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya pemantauan. Berat badan, panjang atau tinggi badan, serta perkembangan anak perlu diperhatikan secara berkala.

Pemantauan tersebut memungkinkan keluarga dan tenaga kesehatan mengenali lebih awal apabila terdapat masalah pertumbuhan atau perkembangan sehingga dapat dilakukan tindak lanjut secara tepat.

Kegiatan juga menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, kader kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dari Kalasey 1 untuk Generasi Sehat

Ketua pelaksana kegiatan, Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes., menyampaikan bahwa promosi kesehatan bagi ibu nifas perlu dilakukan melalui pendekatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penggunaan ball chair dan aromaterapi Lemon Suanggi, ibu nifas diharapkan dapat memperoleh pengalaman relaksasi dan aktivitas ringan yang mendukung kenyamanan selama masa pemulihan setelah persalinan. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi,” ujar Ellen Pesak.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kalasey 1 diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh ibu dan keluarga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pemberian ASI, pola asuh, kebersihan lingkungan dan pemantauan tumbuh kembang anak merupakan bagian yang saling berkaitan.

Dari Kalasey 1, pesan itu kembali ditegaskan: membangun generasi sehat dimulai dari ibu yang sehat, keluarga yang peduli dan lingkungan yang mendukung.

Exit mobile version