
Penulis:
Novarita Mariana Koch, SST., M.Kes
Jurusan Kesehatan Gigi
Poltekkes Kemenkes Manado
Manado – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut perlu dimulai sejak usia dini. Berangkat dari komitmen tersebut, mahasiswa Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado melaksanakan kegiatan edukasi dan demonstrasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa SD GMIM 20 Manado sebagai implementasi Mata Kuliah Penatalaksanaan Promosi Kesehatan Gigi. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026 ini menjadi salah satu bentuk pengabdian sekaligus penerapan pembelajaran berbasis praktik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar.
Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan gigi dan mulut, terutama karies gigi. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, disertai kurangnya pengetahuan mengenai cara merawat gigi yang benar, menjadi faktor utama meningkatnya kasus kerusakan gigi pada anak. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan belajar, pertumbuhan, hingga kualitas hidup anak secara keseluruhan.
Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan pemahaman bahwa menjaga kesehatan gigi bukan sekadar rutinitas harian, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang harus dibiasakan sejak usia dini.
Edukasi Interaktif yang Menyenangkan
Kegiatan edukasi dilaksanakan di ruang kelas dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif. Para mahasiswa menyampaikan berbagai materi penting mengenai kesehatan gigi dan mulut, mulai dari fungsi gigi dalam kehidupan sehari-hari, penyebab terjadinya karies gigi, jenis makanan yang baik maupun yang berisiko merusak kesehatan gigi, hingga pentingnya menyikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari.
Agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, penyampaian dilakukan menggunakan media poster, gambar edukatif, serta metode tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Suasana belajar berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat menjawab pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka dalam menjaga kebersihan gigi di rumah.
Metode pembelajaran yang interaktif tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangun keberanian mereka untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut.
Demonstrasi Menyikat Gigi yang Benar
Setelah sesi penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik menyikat gigi yang baik dan benar di halaman sekolah. Mahasiswa menggunakan model gigi berukuran besar, sikat gigi, dan pasta gigi sebagai media pembelajaran sehingga siswa dapat melihat secara langsung teknik yang tepat dalam membersihkan seluruh permukaan gigi.
Demonstrasi meliputi cara menyikat permukaan luar, permukaan dalam, hingga permukaan kunyah gigi menggunakan gerakan yang benar. Tidak berhenti pada demonstrasi semata, para siswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi yang telah diajarkan di bawah pendampingan mahasiswa.
Pendekatan praktik langsung ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setiap hari dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, kebiasaan menyikat gigi yang benar diharapkan dapat terbentuk sejak usia sekolah dasar.
Pembelajaran Berbasis Praktik yang Memberikan Dampak Nyata
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan dalam situasi nyata. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan promosi kesehatan sebagai bagian dari kompetensi tenaga kesehatan gigi yang profesional.
Selain mengasah kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan, mahasiswa juga belajar memahami karakteristik sasaran promosi kesehatan, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, sehingga mampu menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami.
Peran Sekolah dan Orang Tua Sangat Menentukan
Keberhasilan promosi kesehatan tidak hanya bergantung pada edukasi yang diberikan di sekolah. Dukungan dari guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu menerapkan perilaku hidup sehat secara mandiri dengan membiasakan menyikat gigi menggunakan teknik yang benar, menjaga pola makan sehat, serta mengurangi konsumsi makanan yang berpotensi menyebabkan kerusakan gigi. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi dengan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik.
Komitmen Poltekkes Kemenkes Manado dalam Promosi Kesehatan
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini, Poltekkes Kemenkes Manado terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Penatalaksanaan Promosi Kesehatan Gigi, Novarita Mariana Koch, SST., M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis praktik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan pembelajaran mata kuliah berbasis praktik yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi siswa Sekolah Dasar dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak dini dalam kemandirian.”
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan semakin banyak anak yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Senyum sehat yang dimulai dari kebiasaan sederhana hari ini akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, percaya diri, dan berkualitas di masa depan.

