OMG News
light_mode
Beranda » Opini » Diabetes di Minahasa Utara: Ancaman Senyap yang Harus Dilawan dari Meja Makan Keluarga

Diabetes di Minahasa Utara: Ancaman Senyap yang Harus Dilawan dari Meja Makan Keluarga

  • account_circle OMG
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis:

Joy V.I. Sambuaga
Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin Makassar

Diabetes melitus tidak lagi dapat dipandang sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok usia lanjut atau masyarakat perkotaan. Penyakit ini kini telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang bergerak diam-diam, masuk ke rumah-rumah keluarga melalui pola makan yang tidak sehat, gaya hidup minim aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Di Minahasa Utara, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena perubahan pola hidup masyarakat berlangsung semakin cepat seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan wisata, serta meningkatnya konsumsi makanan modern.

Banyak masyarakat masih memahami diabetes secara sederhana sebagai “penyakit gula” akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Padahal, diabetes merupakan gangguan metabolik kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat dan perlahan merusak organ tubuh. Komplikasi diabetes bukan hanya soal kadar gula tinggi, tetapi dapat berujung pada gangguan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi.

Yang membuat diabetes berbahaya adalah sifatnya yang sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak orang merasa tubuhnya sehat, padahal kadar gula darahnya sudah berada di atas normal selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, kerusakan organ sering kali sudah terjadi. Karena itu, diabetes disebut sebagai ancaman senyap yang berkembang perlahan namun berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 2,2 persen. Namun, berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah, angkanya melonjak menjadi 11,7 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dirinya mengalami gangguan gula darah. Artinya, jumlah penderita diabetes yang tidak terdeteksi kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan data resmi pelayanan kesehatan.

Sulawesi Utara sendiri menghadapi tantangan serius terkait faktor risiko diabetes. Provinsi ini termasuk daerah dengan angka obesitas tertinggi di Indonesia. Obesitas sentral atau penumpukan lemak di bagian perut juga sangat tinggi. Kondisi tersebut sangat berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada makanan tinggi gula, garam, lemak, dan produk ultra-proses.

Di Minahasa Utara, perubahan gaya hidup terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Minuman berpemanis semakin mudah ditemukan, makanan cepat saji makin populer, sementara aktivitas fisik masyarakat cenderung berkurang. Kebiasaan mengonsumsi kopi atau teh dengan gula berlebih, camilan tinggi kalori, gorengan, serta makan malam dalam porsi besar perlahan menjadi bagian dari budaya harian. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus tanpa pengendalian, maka diabetes akan semakin sulit dibendung.

Ironisnya, Minahasa Utara sebenarnya memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat potensial untuk mendukung pola makan sehat. Jagung, ubi, singkong, pisang, sayuran lokal, ikan laut, kacang-kacangan, tahu, tempe, serta aneka buah tropis merupakan sumber pangan bergizi yang dapat membantu menjaga kesehatan metabolik tubuh. Persoalannya bukan pada ketersediaan pangan sehat, melainkan pada perubahan preferensi masyarakat yang mulai meninggalkan pola makan tradisional dan beralih pada makanan instan serta olahan tinggi kalori.

Pencegahan diabetes sesungguhnya dapat dimulai dari langkah paling sederhana, yaitu mengatur isi piring keluarga. Prinsip gizi seimbang perlu kembali menjadi budaya rumah tangga. Setengah bagian piring sebaiknya diisi sayur dan buah, sementara sisanya terdiri dari makanan pokok dan lauk bergizi. Pengurangan konsumsi gula tambahan, pembatasan minuman manis, serta pengendalian porsi makan merupakan langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Selain pola makan, aktivitas fisik memiliki peran besar dalam mencegah diabetes. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, bersepeda, atau senam bersama dapat membantu tubuh menggunakan gula darah secara lebih efektif. Sayangnya, gaya hidup modern sering membuat masyarakat lebih banyak duduk dan kurang bergerak. Anak-anak pun kini lebih akrab dengan gawai dibanding aktivitas bermain di luar rumah. Jika kondisi ini terus berlangsung, generasi muda akan menghadapi risiko penyakit metabolik sejak usia dini.

Karena itu, upaya pencegahan diabetes harus dilakukan secara kolektif. Pemerintah daerah, Puskesmas, sekolah, tempat ibadah, media lokal, hingga komunitas masyarakat perlu terlibat aktif membangun budaya hidup sehat. Edukasi kesehatan tidak cukup hanya berupa slogan atau spanduk. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman praktis tentang cara membaca label gula pada makanan kemasan, memahami bahaya obesitas, mengenali gejala awal diabetes, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sekolah juga memiliki peran strategis dalam membentuk pola hidup sehat sejak dini. Kantin sekolah seharusnya menyediakan makanan yang lebih sehat dan membatasi penjualan minuman tinggi gula. Anak-anak perlu diajarkan bahwa hidup sehat bukan sekadar teori, tetapi kebiasaan sehari-hari yang menentukan masa depan mereka. Bila edukasi dimulai sejak usia sekolah, maka generasi mendatang memiliki peluang lebih besar untuk terhindar dari penyakit tidak menular.

Di sisi lain, deteksi dini perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan komunitas. Pemeriksaan gula darah, tekanan darah, lingkar perut, dan indeks massa tubuh harus menjadi bagian dari kegiatan rutin masyarakat. Posbindu, kegiatan gereja, kantor pemerintahan, hingga organisasi sosial dapat menjadi sarana skrining kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Semakin cepat diabetes ditemukan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi berat.

Dampak diabetes tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan perekonomian daerah. Biaya pengobatan diabetes dan komplikasinya sangat besar. Pasien membutuhkan obat jangka panjang, kontrol rutin, bahkan perawatan intensif bila terjadi komplikasi. Produktivitas kerja menurun, beban keluarga meningkat, dan kualitas hidup masyarakat terganggu. Dalam jangka panjang, tingginya angka penyakit kronis dapat mempengaruhi pembangunan sumber daya manusia daerah.

Minahasa Utara yang terus berkembang seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakatnya hidup sehat. Pembangunan kesehatan harus berjalan seiring dengan pembangunan pariwisata, perdagangan, dan sektor lainnya. Kampanye hidup sehat dapat dikemas secara kreatif melalui festival pangan lokal sehat, gerakan minum air putih, lomba menu keluarga rendah gula, jalur pejalan kaki yang nyaman, hingga promosi aktivitas fisik di ruang publik dan kawasan wisata.

Diabetes memang merupakan ancaman nyata, tetapi penyakit ini bukan takdir yang tidak dapat dicegah. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Mengurangi minuman manis, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih pangan lokal yang sehat, rutin bergerak, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan investasi penting untuk masa depan.

Sudah saatnya masyarakat Minahasa Utara menyadari bahwa perang melawan diabetes tidak dimulai di rumah sakit, melainkan dari rumah sendiri. Dari meja makan keluarga, dari pilihan makanan sehari-hari, dan dari keputusan sederhana untuk hidup lebih sehat. Jika kesadaran ini tumbuh bersama, maka Minahasa Utara tidak hanya menjadi daerah yang maju secara ekonomi, tetapi juga kuat, produktif, dan sehat secara menyeluruh.

  • Penulis: OMG

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle OMG
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 32
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Smoothies Pisang Ambon dan Kurma, Alternatif Pangan Bergizi untuk Ibu Hamil Berisiko Anemia di Minahasa Utara

    Smoothies Pisang Ambon dan Kurma, Alternatif Pangan Bergizi untuk Ibu Hamil Berisiko Anemia di Minahasa Utara

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Penulis: Cinthia Ulva Iisma, SST, MKM (Dosen Poltekkes Kementerian Kesehatan Manado Jurusan Gizi) Upaya meningkatkan status gizi ibu hamil terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan praktis dikonsumsi. Salah satunya melalui pemberian smoothies berbahan dasar pisang Ambon dan kurma sebagai alternatif makanan tambahan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi […]

  • Perjalanan Kepemimpinan Semuel Tambuwun Berlanjut, Kini Menjabat Wadir I Bidang Akademik

    Perjalanan Kepemimpinan Semuel Tambuwun Berlanjut, Kini Menjabat Wadir I Bidang Akademik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Onemediaglobal.web.id! Jakarta – Perjalanan pengabdian dan kepemimpinan di dunia pendidikan kesehatan kembali mengantarkan Semuel Tambuwun, SKM., M.Kes. pada amanah yang lebih besar. Setelah mengemban berbagai tanggung jawab strategis, termasuk sebagai Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, kini ia resmi dilantik sebagai Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Manado dalam pelantikan pejabat Politeknik Kesehatan Kementerian […]

  • Menjelang Magrib 2 Full Teror! Ini Sinopsis Film Horor yang Tayang di ANTV Malam Ini

    Menjelang Magrib 2 Full Teror! Ini Sinopsis Film Horor yang Tayang di ANTV Malam Ini

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 11
    • 0Komentar

    onemediaglobal.web.id! Film horor Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah ANTV dijadwalkan menayangkan Menjelang Magrib 2 malam ini. Film yang dikenal dengan nuansa mistis dan teror mencekam tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena menghadirkan kisah horor penuh ketegangan dengan unsur ritual keji yang menyeramkan. Pencarian terkait “Sinopsis Menjelang Magrib 2”, “jadwal Menjelang Magrib 2 ANTV”, […]

  • Inovasi Berbasis WhatsApp Perkuat Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi di Posbindu PTM

    Inovasi Berbasis WhatsApp Perkuat Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi di Posbindu PTM

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Onemediaglobal.web.id! MINAHASA — Sebanyak 40 kader kesehatan dari berbagai desa di Kecamatan Mandolang mendapat penguatan kapasitas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Inovasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Berbasis WhatsApp” yang dilaksanakan di Kantor Hukum Tua Kalasey I, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada manajemen hipertensi di Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Tateli, sekaligus mendorong pemanfaatan WhatsApp […]

expand_less