OMG News
light_mode
Beranda » Artikel » Cegah Stunting Dimulai dari Ibu, Promosi Kesehatan Hadirkan Ball Chair dan Aromaterapi Lemon Suanggi di Kalasey 1

Cegah Stunting Dimulai dari Ibu, Promosi Kesehatan Hadirkan Ball Chair dan Aromaterapi Lemon Suanggi di Kalasey 1

  • account_circle OMG
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis
Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes

Upaya pencegahan stunting perlu dibangun sejak awal kehidupan, bahkan sebelum seorang anak mengalami masalah pertumbuhan. Karena itu, kesehatan ibu menjadi salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.

Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui promosi kesehatan bagi ibu nifas yang dilaksanakan di Desa Kalasey 1, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan ball chair dan aromaterapi Lemon Suanggi sebagai pendekatan pendukung untuk meningkatkan kenyamanan ibu selama masa nifas, sekaligus memberikan edukasi mengenai gizi, ASI, perawatan bayi, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Kegiatan dipimpin Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes. selaku ketua tim. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melibatkan pengalaman praktik sehingga ibu dapat memahami cara penggunaan, manfaat pendukung, serta aspek keamanan yang perlu diperhatikan sesuai kondisi masing-masing.

Masa Nifas Menjadi Perhatian dalam Pencegahan Stunting

Masa nifas merupakan periode penting bagi seorang ibu setelah melewati proses kehamilan dan persalinan. Pada fase ini, ibu menghadapi berbagai perubahan fisik dan emosional, mulai dari kelelahan, perubahan pola tidur, ketidaknyamanan tubuh hingga tuntutan merawat bayi.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Ibu perlu mendapatkan ruang untuk memulihkan kondisi tubuh sekaligus memperoleh pengetahuan yang memadai agar mampu menjalankan peran dalam merawat bayi.

Melalui kegiatan PkM ini, ibu diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan diri bukan berarti mengabaikan kebutuhan bayi. Justru, kondisi ibu yang sehat menjadi salah satu modal penting agar proses menyusui, pemulihan dan pengasuhan dapat berlangsung secara optimal.

Pendekatan tersebut sekaligus memperluas pemahaman mengenai pencegahan stunting. Pencegahan tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak setelah lahir, tetapi merupakan rangkaian upaya yang dimulai sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, persalinan, masa nifas hingga periode pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ball Chair Diperkenalkan sebagai Aktivitas Pendukung

Salah satu bagian kegiatan adalah pengenalan ball chair sebagai media untuk membantu ibu melakukan aktivitas atau latihan ringan selama masa nifas.

Aktivitas dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan dan kenyamanan ibu. Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda setelah persalinan sehingga aktivitas tidak dilakukan secara seragam, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan ini, ball chair ditempatkan sebagai aktivitas pendukung, bukan pengganti pemeriksaan ataupun anjuran medis. Ibu juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali respons tubuh selama melakukan aktivitas.

Aspek keamanan menjadi perhatian utama. Ibu diarahkan untuk tidak memaksakan diri dan menghentikan aktivitas apabila mengalami nyeri, pusing, perdarahan yang tidak normal atau keluhan lainnya.

Aromaterapi Lemon Suanggi untuk Mendukung Relaksasi

Selain ball chair, kegiatan PkM juga memperkenalkan aromaterapi Lemon Suanggi sebagai metode pendukung untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan rileks bagi ibu nifas.

Aroma yang menyenangkan dapat menjadi bagian dari pengalaman relaksasi ketika ibu membutuhkan suasana yang tenang setelah menjalani proses persalinan dan menghadapi berbagai aktivitas dalam merawat bayi.

Namun, penggunaan aromaterapi tetap diberikan dengan edukasi mengenai keamanan dan kenyamanan. Ibu diarahkan untuk memperhatikan respons tubuh terhadap aroma tertentu serta tidak menggunakannya secara berlebihan. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar lingkungan tetap nyaman bagi ibu dan bayi.

Apabila muncul ketidaknyamanan atau reaksi yang tidak diinginkan, penggunaan harus dihentikan dan ibu dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, aromaterapi ditempatkan sebagai metode pelengkap dalam promosi kesehatan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan, terapi maupun pengobatan medis.

Edukasi Gizi dan ASI Jadi Bagian Penting

Kegiatan PkM tidak berhenti pada pengenalan ball chair dan aromaterapi. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama masa nifas.

Ibu didorong untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang, dengan memperhatikan kecukupan protein, vitamin, mineral serta cairan. Pemenuhan kebutuhan gizi menjadi penting untuk membantu proses pemulihan setelah persalinan dan mendukung kebutuhan ibu, terutama bagi ibu yang sedang menyusui.

Pesan mengenai ASI juga menjadi bagian penting dalam edukasi pencegahan stunting. Ibu diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian ASI dan dukungan keluarga agar proses menyusui dapat berlangsung lebih optimal.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah tangga, menyediakan makanan bergizi, memberikan kesempatan kepada ibu untuk beristirahat dan menciptakan lingkungan yang mendukung.

Dengan demikian, pencegahan stunting tidak ditempatkan sebagai tanggung jawab ibu seorang diri. Keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Tidak Boleh Terlewat

Selain memperhatikan kesehatan ibu, kegiatan juga menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi secara berkala.

Ibu dan keluarga diarahkan untuk memanfaatkan posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya pemantauan. Berat badan, panjang atau tinggi badan, serta perkembangan anak perlu diperhatikan secara berkala.

Pemantauan tersebut memungkinkan keluarga dan tenaga kesehatan mengenali lebih awal apabila terdapat masalah pertumbuhan atau perkembangan sehingga dapat dilakukan tindak lanjut secara tepat.

Kegiatan juga menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, kader kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dari Kalasey 1 untuk Generasi Sehat

Ketua pelaksana kegiatan, Ellen Pesak, S.Kep., Ners., M.Kes., menyampaikan bahwa promosi kesehatan bagi ibu nifas perlu dilakukan melalui pendekatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penggunaan ball chair dan aromaterapi Lemon Suanggi, ibu nifas diharapkan dapat memperoleh pengalaman relaksasi dan aktivitas ringan yang mendukung kenyamanan selama masa pemulihan setelah persalinan. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi,” ujar Ellen Pesak.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kalasey 1 diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh ibu dan keluarga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pemberian ASI, pola asuh, kebersihan lingkungan dan pemantauan tumbuh kembang anak merupakan bagian yang saling berkaitan.

Dari Kalasey 1, pesan itu kembali ditegaskan: membangun generasi sehat dimulai dari ibu yang sehat, keluarga yang peduli dan lingkungan yang mendukung.

  • Penulis: OMG

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneladani Florence Nightingale, Dies Natalis ke-43 JurKep Poltekkes Manado Dorong Inovasi

    Meneladani Florence Nightingale, Dies Natalis ke-43 JurKep Poltekkes Manado Dorong Inovasi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Onemediaglobal.web.id! MANADO — Dies Natalis ke-43 Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado resmi dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026. Mengusung tagline “Smart Campus to Drive Innovation”, perayaan tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pendidikan keperawatan sekaligus memperkuat komitmen terhadap inovasi dan transformasi pendidikan kesehatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat pada pukul 05.30 WITA yang […]

  • Inovasi Berbasis WhatsApp Perkuat Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi di Posbindu PTM

    Inovasi Berbasis WhatsApp Perkuat Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi di Posbindu PTM

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Onemediaglobal.web.id! MINAHASA — Sebanyak 40 kader kesehatan dari berbagai desa di Kecamatan Mandolang mendapat penguatan kapasitas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Inovasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Berbasis WhatsApp” yang dilaksanakan di Kantor Hukum Tua Kalasey I, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada manajemen hipertensi di Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Tateli, sekaligus mendorong pemanfaatan WhatsApp […]

  • PALAKAT!!! Legislator CEP Minta APH Tindak Tegas Mafia BBM di Sulut

    PALAKAT!!! Legislator CEP Minta APH Tindak Tegas Mafia BBM di Sulut

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Baladewa Setlight
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MANADO – Anggota DPR RI Komisi VI Christiany Eugenia Paruntu (CEP) secara tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menindak tegas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beroperasi di sejumlah daerah Tanah Bumi Nyiur Melambai. Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa pemerintah berupaya agar BBM tepat sasaran, namun masih ada […]

  • Minuman Isotonik Berbasis Pangan Lokal, Inovasi untuk Mendukung Hidrasi pada DBD dan Aktivitas Olahraga

    Minuman Isotonik Berbasis Pangan Lokal, Inovasi untuk Mendukung Hidrasi pada DBD dan Aktivitas Olahraga

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Penulis: Yohanis Tomastola, SST, MPH; Olfie Sahelangi, SPd, M.Si; Dr. Grace K.L. Langi, SST, MPHM; Nonce N. Legi, SST, M.Si Inovasi pangan berbasis bahan lokal terus dikembangkan oleh insan pendidikan vokasi kesehatan di Sulawesi Utara. Salah satunya melalui pengembangan minuman isotonik berbahan pangan lokal, yang memadukan air kelapa, buah naga, dan pisang Ambon. Produk inovatif […]

  • Oral Motor Exercise: Terapi Sederhana yang Membantu Bayi Berat Lahir Rendah Belajar Menghisap

    Oral Motor Exercise: Terapi Sederhana yang Membantu Bayi Berat Lahir Rendah Belajar Menghisap

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Penulis: Esther N. Tamunu, Tati S. Ponidjan, Devina Lutam, Ellen Pesak, Kusmiyati, Tinneke Tololiu Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado   Setiap bayi yang lahir membawa harapan besar bagi keluarga. Namun, tidak semua bayi memulai kehidupan dengan kondisi yang ideal. Salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan neonatal adalah bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), […]

  • Membangun Generasi Bersenyum Sehat: Mahasiswa D3 Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado Edukasi Siswa SD GMIM 20 Manado tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

    Membangun Generasi Bersenyum Sehat: Mahasiswa D3 Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado Edukasi Siswa SD GMIM 20 Manado tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Penulis: Novarita Mariana Koch, SST., M.Kes Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado Manado – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut perlu dimulai sejak usia dini. Berangkat dari komitmen tersebut, mahasiswa Program Studi Diploma III Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado melaksanakan kegiatan edukasi dan demonstrasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa SD […]

expand_less