OMG News
light_mode
Beranda » Artikel » Terapi Pijat Refleksi Kaki Bantu Kendalikan Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

Terapi Pijat Refleksi Kaki Bantu Kendalikan Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

  • account_circle OMG
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis:
Herman J. Warouw, Hendrik H. Damping, Jon W. Tangka
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado

 

Kasus diabetes mellitus terus mengalami peningkatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global karena dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan saraf apabila tidak ditangani secara optimal. Diabetes mellitus terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif sehingga kadar gula darah meningkat di atas normal. Menurut World Health Organization, diabetes telah masuk dalam sepuluh besar penyebab kematian dunia dan mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2000. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian kadar glukosa darah menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi jangka panjang pada penderita diabetes mellitus.

Di Indonesia, prevalensi diabetes mellitus juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa Sulawesi Utara termasuk salah satu daerah dengan angka kejadian diabetes mellitus yang cukup tinggi. Penderita diabetes didominasi oleh kelompok usia lanjut, terutama perempuan dengan rentang usia 65–74 tahun. Tingginya angka kejadian ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar pasien memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk menjaga kestabilan kadar gula darah agar tetap dalam batas normal.

Selama ini, pengendalian diabetes mellitus lebih banyak dilakukan melalui terapi farmakologi seperti pemberian insulin dan obat penurun gula darah. Namun, pendekatan nonfarmakologi juga mulai banyak dikembangkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode yang kini mendapat perhatian adalah terapi pijat refleksi kaki. Pijat refleksi merupakan teknik pemijatan tradisional yang dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di telapak kaki yang diyakini berhubungan dengan organ tubuh lainnya. Menurut Handoko (2011), pijat refleksi dilakukan dengan menekan saraf dan titik refleksi tubuh untuk membantu meningkatkan keseimbangan fungsi organ serta memperlancar sirkulasi darah.

Terapi pijat refleksi kaki dipercaya mampu memberikan efek relaksasi sekaligus membantu memperbaiki metabolisme tubuh. Saat tubuh berada dalam kondisi rileks, hormon stres dapat menurun sehingga sensitivitas insulin menjadi lebih baik. Selain itu, pijat refleksi juga membantu melancarkan aliran darah dan merangsang sistem saraf sehingga tubuh lebih optimal dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Toruan (2012) menjelaskan bahwa terapi refleksi dapat membantu tubuh mencapai keseimbangan hormonal dan memperbaiki fungsi organ melalui stimulasi titik tertentu pada kaki maupun tangan.

Manfaat pijat refleksi dalam pengendalian diabetes juga diperkuat oleh beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian Musiana et al. (2015) menemukan adanya perbedaan signifikan kadar glukosa darah antara kelompok pasien diabetes mellitus yang mendapatkan terapi pijat refleksi dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi tersebut. Hasil serupa juga ditemukan oleh Rahmawati (2018) yang menunjukkan bahwa pijat refleksi pada telapak kaki dan pangkal ibu jari tangan dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi komplementer dapat menjadi pendukung penting dalam pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes mellitus.

Penelitian mengenai terapi pijat refleksi kaki juga dilakukan di Instalasi Gawat Darurat Non Trauma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan teori keperawatan Dorothea Orem yang menekankan pentingnya self care atau perawatan mandiri pasien. Dalam teori ini, pasien didorong untuk aktif menjaga kesehatannya sendiri dengan dukungan tenaga kesehatan sebagai pendidik dan pendamping. Pendekatan ini dinilai relevan bagi pasien diabetes mellitus karena pengendalian penyakit sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pola hidup sehat dan pengobatan secara rutin.

Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus terhadap empat pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Seluruh responden menjalani terapi pijat refleksi kaki selama 15–20 menit dengan pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah terapi dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada seluruh responden setelah mendapatkan terapi pijat refleksi kaki. Pada pasien Ny. L.K, kadar gula darah turun dari 212 mg/dL menjadi 205 mg/dL. Pasien Ny. Y.S mengalami penurunan dari 195 mg/dL menjadi 182 mg/dL. Sementara pasien Ny. V.T mengalami penurunan dari 245 mg/dL menjadi 237 mg/dL, dan pasien Ny. D.B mengalami penurunan dari 201 mg/dL menjadi 196 mg/dL.

Selain terjadi penurunan kadar glukosa darah, para pasien juga mengaku merasa lebih rileks dan nyaman setelah mendapatkan terapi pijat refleksi kaki. Kondisi relaksasi ini menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes mellitus karena stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berpengaruh terhadap naiknya kadar gula darah. Dengan tubuh yang lebih rileks, metabolisme menjadi lebih stabil sehingga pengendalian glukosa darah dapat berlangsung lebih optimal. Temuan ini memperlihatkan bahwa terapi pijat refleksi tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga mendukung kesehatan psikologis pasien diabetes mellitus.

Pendekatan teori Dorothea Orem dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa pasien perlu dilibatkan secara aktif dalam proses perawatan dirinya sendiri. Perawat tidak hanya berperan memberikan tindakan medis, tetapi juga menjadi edukator yang membantu pasien memahami cara menjaga kesehatannya secara mandiri. Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga terapi pendukung seperti pijat refleksi menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian diabetes mellitus secara menyeluruh.

Terapi pijat refleksi kaki dapat menjadi alternatif terapi komplementer yang mudah dilakukan, aman, dan relatif murah bagi penderita diabetes mellitus tipe 2. Meski demikian, terapi ini tetap perlu dilakukan secara tepat dan tidak menggantikan pengobatan medis utama yang diberikan dokter. Kombinasi antara pengobatan medis, pola hidup sehat, serta terapi komplementer yang tepat dapat membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan mencegah komplikasi diabetes mellitus di masa mendatang.

Referensi:

  1. Anies (2018). Penyakit Degeneratif Buku Ajar Kedokteran & Kesehatan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  2. Handoko (2011). Pengobatan dengan Pijat Refleksi dan Herbal. Yogyakarta: Buku Pintar
  3. Kementerian Kesehatan RI (2018). Prevelensi diabetes terdiagnosis di Sulawesi Utara. 2013. Di akses pada tanggal 15 Januari 2023. http://repository.bkpk.kemkes.go.id
  4. WHO (2020). Diakses pada 15 Januari 2023. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-to-10-causes-of-death
  5. Musiana (2015). Penelitian Efektivitas Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Millitus. Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Tanjung Karang.
  6. Rahmawati, Y. (2018). Analisis Praktek Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Terapi Pijat Refleksi Pada Telapak Kaki Dan Pangkal Ibu Jari Tangan Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Millitus Type II Di Ruang
  • Penulis: OMG

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melawan TBC dari Meja Makan: Ketika Gizi Menjadi Kunci Kesembuhan

    Melawan TBC dari Meja Makan: Ketika Gizi Menjadi Kunci Kesembuhan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 41
    • 2Komentar

    Penulis: Elne Vieke Rambi, S.Pd., M.Si.Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar Tuberkulosis atau TBC selama ini lebih sering dipahami sebagai penyakit infeksi paru yang ditandai batuk berkepanjangan, dahak berdarah, dan pengobatan dalam waktu lama. Padahal, di balik tingginya angka TBC, terdapat persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian, yakni masalah gizi. Banyak pasien […]

  • Minuman Isotonik Berbasis Pangan Lokal, Inovasi untuk Mendukung Hidrasi pada DBD dan Aktivitas Olahraga

    Minuman Isotonik Berbasis Pangan Lokal, Inovasi untuk Mendukung Hidrasi pada DBD dan Aktivitas Olahraga

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Penulis: Yohanis Tomastola, SST, MPH; Olfie Sahelangi, SPd, M.Si; Dr. Grace K.L. Langi, SST, MPHM; Nonce N. Legi, SST, M.Si Inovasi pangan berbasis bahan lokal terus dikembangkan oleh insan pendidikan vokasi kesehatan di Sulawesi Utara. Salah satunya melalui pengembangan minuman isotonik berbahan pangan lokal, yang memadukan air kelapa, buah naga, dan pisang Ambon. Produk inovatif […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle OMG
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Microsoft Minta Pengguna Restart PC Berkali-kali, Pembaruan Secure Boot Jadi Sorotan

    Microsoft Minta Pengguna Restart PC Berkali-kali, Pembaruan Secure Boot Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle OMG
    • visibility 12
    • 0Komentar

    onemediaglobal.web.id! Microsoft kembali menjadi perhatian publik teknologi setelah perusahaan tersebut mengumumkan bahwa sejumlah sistem Windows perlu di-restart beberapa kali untuk menyelesaikan pembaruan Secure Boot terbaru. Informasi ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan forum teknologi karena banyak pengguna mengaku bingung setelah perangkat mereka melakukan restart berulang kali. Pencarian terkait “Secure Boot Windows”, “update Windows […]

  • MEP dan DPD Partai Golkar Bawa Santunan untuk Keluarga Almarhum Pricilia Tamawiwy

    MEP dan DPD Partai Golkar Bawa Santunan untuk Keluarga Almarhum Pricilia Tamawiwy

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Baladewa Setlight
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MANADO – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) Michaela Elsiana Paruntu, menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas berpulangnya Pricilia Tamawiwy (34), korban musibah kebakaran Mega Mall Manado. Dalam suasana penuh haru di rumah duka yang berlokasi di Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Selasa (19/5/2026) pagi, MEP menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama jajaran […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver photo_camera 1

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

expand_less