Minuman Isotonik Berbasis Pangan Lokal, Inovasi untuk Mendukung Hidrasi pada DBD dan Aktivitas Olahraga
- account_circle OMG
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penulis:
Yohanis Tomastola, SST, MPH; Olfie Sahelangi, SPd, M.Si; Dr. Grace K.L. Langi, SST, MPHM; Nonce N. Legi, SST, M.Si
Inovasi pangan berbasis bahan lokal terus dikembangkan oleh insan pendidikan vokasi kesehatan di Sulawesi Utara. Salah satunya melalui pengembangan minuman isotonik berbahan pangan lokal, yang memadukan air kelapa, buah naga, dan pisang Ambon.
Produk inovatif tersebut dikembangkan oleh tim dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado melalui program pengembangan kewirausahaan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain menawarkan alternatif minuman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit, inovasi ini diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi kesehatan.
Pengembangan produk ini berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap minuman yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki nilai gizi dan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Buah naga dipilih karena mengandung air, serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Sementara itu, pisang Ambon dikenal sebagai sumber karbohidrat dan kalium. Kombinasi keduanya secara teoritis dapat memberikan karakteristik gizi yang saling melengkapi dalam formulasi minuman berbasis buah.
Berangkat dari Persoalan Hidrasi
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian. Data yang dicantumkan dalam naskah pengembangan produk menunjukkan tingginya kasus dengue secara global maupun di Indonesia.
Dalam konteks DBD, salah satu aspek penting dalam perawatan pasien adalah menjaga kecukupan cairan dan elektrolit sesuai kondisi klinis. Karena itu, tim pengembang melihat potensi pengembangan minuman berbasis pangan lokal sebagai salah satu alternatif produk pendukung hidrasi.
Namun, produk minuman isotonik tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan elektrolit. Osmolaritas, kandungan karbohidrat, natrium, kalium, gula, pH, serta karakteristik fisik produk perlu diperhatikan dan dibuktikan melalui pengujian laboratorium.
Artinya, inovasi ini tidak hanya mengandalkan bahan alami, tetapi juga membutuhkan pendekatan ilmiah dalam proses formulasi dan pengembangan produknya.
Lima Formula Diuji, Formula 2 Paling Disukai
Dalam pelaksanaan program, tim mengembangkan beberapa formulasi minuman berbasis pangan lokal. Dari lima formula yang diuji secara organoleptik, formula 2 menjadi formula yang paling disukai oleh panelis ahli maupun panelis terlatih.
Saat ini, produk tersebut mulai diperkenalkan melalui lingkungan kampus Poltekkes Kemenkes Manado. Produk tersedia dalam kemasan 250 mililiter dengan harga Rp3.500 per botol dan dipasarkan melalui showcase yang berada di lingkungan tujuh jurusan dan 13 program studi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses awal komersialisasi produk sebelum dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Bahan Lokal yang telah menjadi produk lokal
Dari Laboratorium dan Riset Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Keunggulan utama inovasi ini bukan hanya pada formulasi minumannya, tetapi juga pada upaya menghubungkan riset, pendidikan vokasi, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan.
Program pengembangan kewirausahaan yang dilaksanakan di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado melibatkan tim pengabdian masyarakat, mahasiswa, serta alumni. Peserta memperoleh pelatihan manajemen kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian diarahkan untuk mengembangkan produk hasil riset menjadi unit usaha.
Model seperti ini membuka ruang bagi mahasiswa kesehatan untuk tidak hanya mempersiapkan diri sebagai tenaga profesional, tetapi juga menjadi healthpreneur yang mampu mengembangkan produk inovatif berdasarkan keilmuan yang mereka pelajari.
Target program tersebut mencakup munculnya wirausaha baru, berkembangnya hasil riset unggulan jurusan menjadi produk komersial, terbentuknya komunitas Nutrition Preneur (NP), serta meningkatnya kapasitas ekonomi peserta.
Potensi Masuk Rumah Sakit dan Pusat Kebugaran
Setelah diperkenalkan di lingkungan kampus, pengembangan produk diarahkan menuju pasar yang lebih luas.
Tim menargetkan pemasaran produk dapat berkembang ke rumah sakit, rumah makan di sekitar rumah sakit, serta pusat-pusat kebugaran. Pengembangan lebih lanjut juga memungkinkan produk dimodifikasi sesuai kebutuhan pasar dan karakteristik konsumen.
Daya tarik produk juga terletak pada penggunaan bahan lokal dan warna alami dari buah naga. Warna merah alami yang berasal dari pigmen buah naga memberikan karakter visual yang menarik sekaligus menjadi nilai tambah bagi konsumen yang semakin memperhatikan penggunaan bahan alami dalam produk pangan.
Bukan Sekadar Produk Minuman
Bagi Poltekkes Kemenkes Manado, pengembangan minuman isotonik berbasis pangan lokal ini menjadi contoh bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat diarahkan menjadi inovasi yang memiliki nilai sosial sekaligus ekonomi.
Pangan lokal tidak hanya dipandang sebagai bahan konsumsi sehari-hari, tetapi juga sebagai sumber inovasi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmu gizi dan teknologi pangan.
Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam proses pengembangan produk, mulai dari formulasi, pengujian organoleptik, pemasaran hingga perencanaan komersialisasi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan program kewirausahaan yang mendorong mahasiswa vokasi untuk membangun kemandirian, kreativitas, inovasi, dan kemampuan menciptakan peluang usaha.
Dari Manado untuk Produk Pangan Lokal yang Lebih Luas
Inovasi minuman isotonik berbasis air kelapa, buah naga dan pisang Ambon menunjukkan bahwa potensi pangan lokal Sulawesi Utara dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Ke depan, pengembangan produk tidak hanya diarahkan pada peningkatan cita rasa dan penerimaan konsumen, tetapi juga pada penguatan aspek keamanan pangan, standardisasi mutu, perizinan, pengemasan, pemasaran digital, dan pengembangan jejaring usaha.
Tim pengembang juga merencanakan penguatan komunitas makanan dan jajanan sehat melalui media sosial serta pengembangan aplikasi sederhana untuk mendukung pemasaran dan penjualan produk.
Dengan demikian, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai produk hasil kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi dapat berkembang menjadi model kewirausahaan berbasis riset di lingkungan perguruan tinggi kesehatan.
Bagi mahasiswa dan alumni Poltekkes Kemenkes Manado, inovasi ini sekaligus menjadi pesan bahwa lulusan bidang kesehatan memiliki peluang untuk berkontribusi lebih luas—bukan hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui inovasi pangan, kewirausahaan, dan pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk bernilai bagi masyarakat.
Catatan: Produk minuman isotonik ini dikembangkan sebagai alternatif minuman untuk membantu pemenuhan cairan dan elektrolit. Produk bukan obat DBD dan tidak menggantikan pemeriksaan, pemantauan, maupun terapi medis bagi pasien demam berdarah.
Referensi:
- Anna Sadowska, Franciszek Świderski, Wacław Laskowski, 2020. Osmolality of Components and Their Application in the Design of Functional Recovery Drinks. Sci.2020, 10(21), 7663; https://doi.org/10.3390/app10217663.https://www.mdpi.com/2076-3417/10/21/7663?utm_ source=chatgpt.com
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2024. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024
- Republika 2020. Mendikbud Minta Mahasiswa Ubah Pardigma Pendidikan https://republika.co.id/berita/qejcvx428/mendikbud-minta-mahasiswa-ubah-pardigma-pendidikan
- zwar,S. (2018) Sikap Manusia, Penerbit: Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta Gizinet, 2020. Konseling Gizi dengan Nutriclin. http://gizi.depkes.go.id/konseling-gizi-dengan-nutriclin-3
- BPK RI, 2012. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. file:///C:/Users/user/Downloads/UU%20Nomor%2018%20 Tahun%202012.pdf
- Doly Nofiansyah, Ildo Putra Indriansyah, 2025. Strategi Pendidikan Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Minat Mahasiswa Dalam Belajar Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol. 5, No. 1 Maret 2025. file:///C:/Users/user/Downloads/571-Article%20Text-4585-1-10-20250327.pdf
- Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, 2024. Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Sulawesi Utara, 2024.
- Thinh Van Pham, Thuy Xuan Cao , Ngoc Thi Hong Le, Ai Minh Pham, Hung Tuan Trinh, Dat Tien Nguyen, Anh Le Tuan Hoang, Minh Quang Bui , Tung Ngoc Nguyen , Minh Ngoc Truong , Tao Minh Hoang, 2024. Enhancing the quality and consumer satisfaction of dragon fruit beverage production: The effects of geological origin and processing conditions. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39636025/
- Natalia Desy Putriningtyas dan Widya Hary Cahyati, Dosis Efektif Yogurt Kulit Buah Naga Merah Untuk Meningkatkan Trombosit Jurnal Ketahanan Pangan, Energi dan Material Maju. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Jurusan IKM FIK, Universitas Negeri Semarang. file:///C:/Users/user/Downloads/ maskurniawan,+Bookchapter_1_DOSIS+EFEKTIF+YOGURT+KULIT+BUAH+NAGA+MERAH.pdf
- Penulis: OMG

Saat ini belum ada komentar